I Nyiman Sudika, Khairul Paridi, Baharuddin
Publication year: 2016

Abstract

Pembelajaran keaksaraan  para warga belajar (WB) yang menyandang buta aksara merupakan salah satu program kegiatan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Berbagai pendekatan dan metode pembelajaran telah dilakukan, namun masih mengalami kendala dalam pelaksanaannya terutama yang  terkait dengan minat dan kemampuan  belajar WB. Sehubungan dengan itu, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan salah satu alternatif penanganannya. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di PKBM dengan pengembangan materi ajar yang berbasis tematik. Untuk mencapai tujuan tersebut akan dilakukan langkah-langkah pendataan tentang materi yang relevan untuk pembelajar buta aksara dan pemetaan kompetensi pada setiap  materi dan fungsi-fungsi bahasa. Pada tahap pengumpulan data  digunakan beberapa metode, yaitu: metode pengamatan, metode dokumentasi,  metode wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD).  Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis secara kualitatif maksudnya analisis data yang dilakukan dengan menggambarkan fenomena atau gejala yang terjadi berdasarkan data berupa informasi yang dianalisis secara induktif.

Berdasarkan hasil servei melalui wawancara dan FGD dari responden direkomendasikan 25 tema yang relevan diajarkan dalam pembelajaran keaksaraan di PKBM. Tema-tema yang direkumendasikan  tersebut  didistribusikan berdasarkan pada (a) kedekatan warga belajar, (b) kompleksitas penggunaan bahasa yang muncul dari analisis fungsi bahasa, dan (c) kompleksitas kosa kata yang muncul dari tema. Hal ini dijadikan sebagai dasar dalam perancangan materi ajar keaksaraan dengan pendekatan tematik. Oleh karena itu, pengembangan materi ajar dalam pembelajaran keaksaraan dasar ini disasarkan agar para pembelajar memiliki kompetensi: (a) membaca tematis dengan benar, (b) menulis, dengan menuangkan gagasan tematis yang berkaitan dengan kehidupannya sehari-hari secara tertulis, (c) berhitung, dengan penghitungan tematik secara lisan dan tulis,  dan (d) berkomunikasi dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis secara baik dan benar berdasarkan atas kebutuhan.

 

Kata kunci: pengembangan materi ajar, pendekatan tematik, keaksaraan.